Bercadar Namun Eksis
Bercadar Namun Eksis
Wahai ukhti, tahukah kalian jika neraka itu sebagian besarnya dihuni oleh kaum wanita. Lantas apa yang menyebabkan hal demikian terjadi(?), salah satunya iyalah karna paras cantikmu. Wanita memang diciptakan dengan sifat cantik dimata lelaki, bagaimanapun rupanya. Banyak dari kalian yang begitu pedenya menampilkan kecantikan itu dihadapan lawan jenismu. Padahal banyak hal yang terjadi dipikiran mereka dimomen itu. Jika diizinkan kau meminjam mata lelaki semenit saja, niscaya engkau pasti akan menyembunyikan kecantikanmu itu, “jika memang kau wanita terhormat”.
Begitu banyak fenomena yang terjadi dewasa ini. Mulai dari wanita berpakaian namun telanjang sampai ukhti bercadar yang tidak jauh berbeda dengan wanita penghibur. Ketahuilah, bagi kalian yang sudah mendapat hidayah untuk menutup seluruh aurat beserta lekuknya. Banyak diantara kalian yang tidak menyadari bahwa dosa yang mengalir, padahal begitu sulitnya kalian untuk berjuang menutup aurat beserta lekuknya itu, namun dosa kalian masih saja mengalir, yhaa salah satu penyebabnya adalah dari foto kalian. Diera digital ini banyak diantara kalian yang tidak sadar bahwa kalian salah dalam menggunakan teknologi. Mungkin kalian berfikir dengan sudah tertutupnya aurat beserta lekuk tubuh kalian, membuat foto itu terhindar dari syahwat lelaki, padahal itu tidak menjamin selama foto kalian masih tersebar luas dimana-mana.
Lalu ada juga ukhti yang berfikir mereka berfoto sebagai media dokumentasi dan kenang-kenangan. Memang alasan itu diperbolehkan, “jika foto itu hanya kalian yang memilikinya”. Tapi, jika saat itu kalian ikut berfoto dengan kamera milik orang, apa lagi pemiliknya itu laki-laki. Apakah kalian bisa menjamin foto itu tidak menimbulkan dosa bagi kalian dan yang melihatnya(?). Bukan salah kalian jika foto itu diambil tanpa izin kalian. Namun jika kalian mengijinkannya, terlebih lagi malah meminta untuk difotokan apa lagi dengan gaya-gaya yang tidak menggambarkan keanggunan seorang wanita(?), tentu kalian juga akan menerima dampaknya.
Maka dari itu, jadilah Khadijah, Aisyah, dan Fatimah dimasa sekarang. Yang bukan dari foto, mereka dikenal namun dari akhlak dan ketangguhan mereka. Juga bukan dari foto mereka menceritakan pengalaman untuk anak-anak mereka, tapi dari perjuangan dan semangat untuk mendidik anak-anak mereka.
yhaaa tulisan kali ini akan saya tutup dengan sebuah hadits, so salah khilaf mohon maaf ya guys. apa lagi jika ada kata yang menyinggung hehe.
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإذَا خَرَجَتْ اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ“Wanita itu aurat maka bila ia keluar rumah syaitan menyambutnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1183, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil no. 273, dan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36)


Komentar
Posting Komentar