KKN Penghambat Kemajuan Bangsa


KKN Penghambat Kemajuan Bangsa


5262620_20130312043102
Assalamu’alaikum sobat, kali ini saya akan memaparkan salah satu penyakit moral yang menyebabkan bangsa kita sulit untuk maju, yaitu KKN ( Korupsi,Kolusi,Dan Nepotisme). Yahhh, sebuah problem yang bisa dibilang merupakan makanan kita sehari-hari dalam pemberitaan, baik itu di televisi,surat kabar,maupun radio. Berdasarkan data MA, penanganan kasus korupsi tahun 2016 mencapai 453 perkara, menempati urutan kedua setelah kasus narkotik. Sementara kasus narkotik mencapai 800 perkara. Bisa kita bayangkan, jika dalam setahun saja ada 365 hari. Berarti dalam sehari ada lebih dari 1 kasus yang berkenaan dengan KKN ini. Berikut pemaparan apa itu korupsi,kolusi,dan nepotisme
  1. KORUPSI
Jika kita tinjau secara bahasa, kata korupsi sendiri berasal dari bahasa latin yaitu kata corruptio yang berarti busuk,rusak,menggoyahkan,dan memutarbalik. Secara istilah adalah penyalahgunaan jabatan atau kekuasaan resmi untuk keuntungan pribadinya sendiri. Para pelaku korupsi biasanya disebut koruptor, namun sungguh disayangkan penegakkan hukum di negeri ini sangat minim. Sehingga para koruptor sangat mudah mengatur hukuman sesuai dengan apa yang mereka inginkan karna mereka memiliki cukup harta untuk melakukan suap terhadap aparat hukum. Bahkan ada istilah ” dalam hukum islam koruptor potong tangan, namun di Indonesia koruptor porong masa tahanan. Korupsi sangat berdampak negatif bagi kemajuan bangsa, yaitu dibidang ekonomi, sosial dan kemiskinan, pertahanan dan keamanan, penegak hukum, serta kerusakan lingkungan. Nilai kerugian negara akibat tindak pidana korupsi di Indonesia selama 2001-2015 mencapai Rp203,9 triliun. Sedangkan hasil kajian Laboratorium Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM)  menghitung, hukuman berupa denda dan sita aset hanya terkumpul Rp21,26 triliun. Bisa kita bayangkan dari hasil sita aset saja negara masih rugi sekitar Rp180 triliun, dan itu pasti sangat bermanfaat begi kemajuan bangsa jika digunakan semestinya. Ada sebuah cerita dari teman-teman saya yang tinggal diperbatasan tepatnya di kalimantan utara yang memiliki semboyan “garuda didadaku, harimau malaya diperutku”. Tidak bisa dipungkiri lagi, faktanya hampir semua kebutuhan mereka berasal dari negara tetangga karna kurangnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat perbatasan.
2. KOLUSI
Kolusi adalah suatu perbuatan yang tidak jujur atau kecurangan dalam melakukan kesepakatan khusus secara diam-diam atau tersembunyi dengan melakukan penyuapan sebagai pelancar atau pelicin agar segala urusannya bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Seperti yang kita tahu sekarang, segala bidang di negeri ini memerlukan biaya agar dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan, birokrasi menjadi lambat dan semuanya tertuju kepada “uang,uang,dan uang”. Terlebih lagi lapangan pekerjaan yang semakin kecil membuat segelintir orang menghalalkan segala cara agar dapat bersaing di dunia kerja, salah satunya dengan cara penyuapan atau sogok menyogok.
3. NEPOTISME
Kata Nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang memiliki arti “keponakan” atau “cucu”.
Secara istilah : Nepotisme adalah sikap pilih kasih dengan lebih mementingkan anak, kerabat, atau orang terdekat dalam segala urusan sehingga tidak memandang nilai atau kemampuan seseorang yang tidak dekat dengannya. Contohnya saja, kebanyakan pejabat lebih mendahulukan sanak saudaranya ketika ingin masuk kesebuah perusahaan tanpa memandang pantas atau tidaknya orang tersebut, dan banyak orang yang benar-benar mampu tersisih karena perilaku ini. Dapat kita disimpulkan, indonesia sukar untuk maju jika perilaku ini terus berlangsung.
Lalu apa upaya yang harus kita lakukan sebagai generasi muda ?
  1. Penanaman kejujuran sejak dini
  2. Kedisiplinan dan taat pada hukum yang berlaku
  3. Kesadaran mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi
  4.  Hidup sederhana, dan bersyukur 
Jadi menurut saya kesimpulan dari segala penyimpangan prilaku ini adalah kurangnya pemahaman terhadap sila-1. Andai saja jika semua masyarakat Indonesia memaknai betul dari kalimat ” ketuhanan yang maha esa “, pasti semua orang senantiasa bersyukur dan dengan bersyukur nikmat yang kita rasakan pasti akan bertambah. Dan tulisan saya kali ini akan saya tutup dengan kalamullah Q.S ibrahim ayat 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.( Q.S ibrahim ayat 7 )

Komentar

Postingan Populer