Ngeri Tapi Bermakna

Ngeri Tapi Bermakna



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, suatu sore ketika saya pergi olahraga (lari) ke suatu daerah dekat rumah seseorang. Maksud hati berharap ketemu doi, eh malah mendapat kejadian unik hehe.
Sebenarnya ini bukan kali pertama saya olahraga seperti ini, tapi sepertinya ini yang paling unik. Perjalan olahraga ini bisa dibilang cukup jauh, yhaaa kalau dihitung-hitung jarak pulang perginya sekitar 10 km. Cukup jauh siiih, tapi karna harapan terlalu kuat, so apa yang gak mungkin?. Kejadian pertama saya bertemu dengan seorang ibu-ibu bersama anaknya. Sebenarnya saya gak ganteng-ganteng banget juga siiih, tapi entah kenapa ketika saya lewat dihadapan ibu itu beliau langsung berkata ” waahh anak ini kayak cocok dijodohkan sama kakak kamu nak”. Si anak yang bersama ibu tadi pun berkata “ahh ibu macam-macam aja”. Dalam hati pun saya langsung berkata “masyaa allah, sepertinya saya perlu menundukkan pendengaran ini wkwk”. Setelah berlalu jauh dengan ibu tadi saya mulai memasuki daerah yang bisa dibilang padat penduduk. Disana secara tidak sengaja 3 cewek teman satu sekolah saya yang saya lupa namanya lewat dan teriak-teriak “semangat,semangat, ayooo biar cepat kurus” layaknya suporter bola. Astagfirullah, saat itu saya malu minta ampun karna daerahnya yang padat penduduk membuat suara mereka semakin jelas terdengar sehingga penduduk sekitarpun melihat kearah saya semua 😦 tapiiii yha sudaah lah.
Kemudian saya memasuki suatu komplek yang cukup sepi, memang kebiasaan saya ketika lari suka masuk ke komplek-komplek yang agak sepi karna menurut saya disana udaranya lebih bersih. Daaaaaaan saya melihat ada wanita tua yang berpakaian agak kumuh dari kejauhan. Meskipun badan saya besar, saya masih saja suka takut dengan orang semacam itu hehehe. Saat berpapasan saya pura-pura tidak melihat beliau ( padahal takut :v ). Disaat saya lagi gugup-gugupnya ehhh beliau malah bicara ke saya yang isinya “hey kamu nanti susah diakhirat, ngapai lagi susah-susah didunia nanti doble susahnya”. Masyaa allah, dalam hati saya langsung berkata “naudzubillahimindzalik,  shollu ‘alan nabi”. Dan itu gugupnya kaya lagi rajia motor tapi gak punya SIM guyss wkwkwk.
Sore itu saya juga 2 kali di gonggongin anjing, dan menambah kegugupan saya saat itu, tapi alhamdulillah anjingnya di dalam pagar siih. Dan alhamdulillah saat itu saya sempat menatap mata anjing itu. Saya rasa saat anjing berkelakuan seperti itu bukan mereka marah, namun mereka sedang khawatir. Kekhawatiran itu terlihat jelas dari sorot matanya saat ngejar saya, yhaaa mungkin itu salah satu kelebihan yang diberikan allah kepada mereka. Mungkin mereka khawatir majikan mereka kenapa-kenapa sehingga mereka seperti itu  Wallahu A’lam Bishawab. 
Sekian yaaa cerita saya yang gaje ini, meskipun sepanjang perjalanan gak ketemu doi yang diharapkan tapi gapapa lah hehe. Semoga bermanfaat Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar

Postingan Populer