Pentingnya Belajar Ilmu Aqidah
Pentingnya Belajar Ilmu Aqidah
Aqidah merupakan ilmu terpenting pada seorang muslim, lalu apa yang membuatnya penting (?), lannjutkan membacanya yaaa.
Kata aqidah berasal dari bahasa arab (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, atau jeratan yang kuat. Namun apabila ditinjau dari pendapat para ulama, ilmu aqidah memiliki makna “sesuatu yang diyakini manusia, dengan keyakinan yang pasti dan tegas yang tidak terbersit keraguan sedikit pun”.
Kemudian dalam islam aqidah berarti “keyakinan yang tegas terhadap allah dan apa saja yang dimiliki allah, termasuk kekuasaan,sifat-sifatnya, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya, para rasulnya, hari akhir, serta takdirnya ( qada dan qadar ). Lalu apa pentingnya serta manfaat dari belajar ilmu aqidah ini (?).
- Memperbaiki aqidah kita yang salah, yang berkaitan dengan keyakinan dan niat. kenapa hal demikian penting(?), karena menurut hadits riwayat imam ahmad “dengan aqidah yang benar segala membuat ibadah kita tidak akan tertolak”. bisa dibayangkan betapa ruginya kita berlelah-lelah ibadah namun tertolak karena aqidah kita yang salah.
- Terlepas dari dosa besar, yaitu syirik. yhaa insyaa allah dengan mempelajari ilmu aqidah kita akan bisa membedakan mana yang menjerumuskan kita kepada kesyirikan, dan mana yang boleh kita lakukan. karna dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni allah, dan tidak akan pernah merasakan nikmatnya surga adalah orang yang berbuat syirik.
- Menumbuhkan rasa takut dengan allah, sehingga secara tidak langsung akan menjaukan kita dari maksiat.
- Ilmu yang paling mulia dari seluruh disiplin ilmu agama lainnya. Karna dalam ilmu aqidah kita akan mempelajari bagaimana meyakini allah tanpa ada keraguan sedikitpun, jadi karna yang kita pelajari tentang allah dan kemuliaan hanya milik allah semata membuat ilmu ini menjadi mulia.
- Kewajiban pertama yang diperintahkan allah. Seperti yang kita tau, seluruh nabi dan rasul yang diutus oleh allah memiliki tugas untuk menyerukan kepada umatnya agar menyembah allah swt. Dan seperti yang kita tau juga, syarat utama seseorang dikatakan muslim adalah ketika dia telah mengucapkan 2 kalimat syahadat serta meyakininya di hari, dan menerapkannya dalam setiap perbuatan.
Jadi pemaparan saya diatas baru awalan dari ilmu aqidah yang selanjutnya akan saya sampaikan lagi kelanjutannya, karna saya juga masih mempelajarinya. Dan tulisan kali ini akan saya tutup dengan kalamullah QS. An-nisa ayat 48
Allah SWT berfirman:اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰ لِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 48)



Komentar
Posting Komentar